Jokowi Singgung Impor Pangan Padahal Indonesia Negara Agraris
Laporan wartawan Tribunnews.com, Randa Rinaldi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi memaparkan visi dan misinya dihadapan kader Jaringan Pemuda Nahdliyin (JPN), di Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2014), malam. Jokowi menegaskan perlunya berorientasi dua hal dalam pembangunan Indonesia ke depan yakni masalah pangan dan energi.
Menurut Jokowi melimpahnya hasil pangan Indonesia seharusnya dimanfaatkan oleh pemerintah dengan memperkuat produksi pertanian di negara agraris Indonesia.
"Sebagai negara agraris kita malah mengimpor hasil pertanian dari negara asing," ujar Jokowi.
Ia mencontohkan produk pertanian Indonesia semacam beras, gandum, singkong, bawang, dan kedelai ternyata masih berharap dari produksi luar negri.
"Seharusnya produk pertanian kita diperkuat dengan membentuk sekolah kejuruan semacam sekolah pertanian,"ujarnya.
Jokowi menyayangkan adanya konversi lahan pertanian menjadi lahan lain. Ia berharap adanya regulasi yang jelas mengenai lahan pertanian tidak lagi dialihfungsikan menjadi lahan perumahan.
Ia menambahkan produk pertanian juga harus mempunyai riset dan berasal dari kontens lokal. Jokowi tidak menginginkan konsumsi beras Indonesia mengharapkan impor dari Vietnam dan Thailand.
"Indonesia harus menjadi negara produksi bukan negara konsumsi," ujarnya.
- Live Report: Pilpres Panwaslu Kabupaten Semarang memperingatkan kepala desa, lurah, dan perangkatnya untuk bersikap netral dalam Pilpres 2014.
- Live Report: Prabowo-Hatta Plt Bupati Rembang Pimpin Tim Pemenangan Prabowo-Hatta: PAMOTAN, http://t.co/5qmJEOfEv2 - Plt Bupati R... http://t.co/GfJ6cCkYeA #mataair — Rembang 140 (@Rembang140) May 28, 2014
- Live Report: Jokowi-Kalla Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Presiden DPC PDIP Sumedang menargetkan pasangan calon presiden Jokowi-JK meraih 60 persen suara di Sumedang. Target itu berdasarkan perhitungan melihat figur Jokowi-JK yang diterima masyarakat Sumedang.
May 29, 2014 at 03:49AM