Perluasan Kawasan Industri Terhambat Biaya Logistik

Perluasan Kawasan Industri Terhambat Biaya Logistik
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Aktivitas pengangkutan mobil Toyota Agya yang baru keluar dari tempat produksi untuk didistribusikan, di pabrik PT Astra Daihatsu Motor di kawasan industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat, Senin (3/2/2014). PT Astra Daihatsu Motor memproduksi 2 jenis kendaraan low cost green car (LCGC) dengan merek Daihatsu Ayla dan Toyota Agya yang menggunakan komponen lokal mencapai 88 persen. Dua jenis mobil yang diluncurkan September 2013 tersebut hingga kini telah terjual 41.000 unit. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keinginan pemerintah untuk mendorong pembangunan kawasan industri ke luar Jawa kemungkinan besar akan sulit dilakukan. 

Imam Haryono, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian mengatakan, saat ini pemerintah dihadapkan kepada banyak masalah. Salah satunya, tingginya biaya logistik di Indonesia sampai saat ini.

Imam menjelaskan, saat ini prosentase biaya logistik di Indonesia dari PDB masih mencapai 23,6%.

Prosentase tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Jepang yang hanya mencapai 10,6% dan Korea Selatan yang hanya mencapai 16%.

”Ini tantangan bagi kita untuk memperluas penyebaran industri ke luar Jawa,” kata Imam kepada KONTAN di sela- sela acara Musyawarah Nasional Asosiasi Logistik Forwarder Indonesia di Jakarta Senin (17/3).

Meskipun menghadapi tantangan yang cukup besar, menurut Imam, pemerintah akan terus berusaha untuk mendorong penyebaran kawasan industri ke luar dari Jawa.

Caranya, dengan menyusun Rencana Induk Pengembangan Industri untuk jangka waktu 20 tahun ke depan.

Imam menambahkan, saat ini pemerintah tengah menyusun rencana besar tentang penyebaran kawasan Industri di luar pula Jawa sampai dengan 2025 mendatang. Di situ, pemerintah mematok target bahwa pada tahun 2025 nanti prosentase kawasan industri di luar Jawa yang saat ini baru mencapai 28% bisa ditingkatkan menjadi 40%. 

Ke dua, pemerintah juga akan memberikan insentif khusus kepada industri yang ingin beroperasi di luar Jawa. Selain itu, untuk mempermudah koordinasi, pemerintah juga akan amembentuk Forum Koordinasi Percepatan Penyebaran Industri.

”Secara aturan main, kami juga akan berpihak kepada industri di luar Jawa, kami akan berikan perlakuan beda kepada mereka,” kata Imam.



March 17, 2014 at 06:24PM

Leave a Reply