Bangunan Sekolah Rusak Ratusan Siswa di Magelang Diliburkan

Bangunan Sekolah Rusak Ratusan Siswa di Magelang Diliburkan
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Sedikitnya 53 bangunan rumah dan dua sekolah di Desa Krincing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, rusak tersapu angin puting beliung, Rabu (12/3/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Angin puting beliung yang menimpa bangunan sekolah membuat kondisi sarana pendidikan tersebut rusak. Dua bangunan tersebut adalah Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Krincing dan TK Kartini Krincing, Magelang. Akibat rusaknya atap, ratusan siswa terpaksa diliburkan.

Kepala MIN Krincing, Tachsin Anwar (50) menjelaskan, angin puting beliung yang terjadi tersebut menerbangkan ribuan genteng di tiga ruangan sekolah, yakni ruang kelas VA, ruang alat musik dan ruang kelas yang belum dipakai.

"Selain ribuan genteng yang rusak, ternit dan asbes juga jebol. Atas pertimbangan ini, kami terpaksa meliburkan 315 siswa karena kami khawatir kalau siswa kejatuhan genteng. Kebijakan untuk meliburkan siswa ini juga disetujui Pak Camat (Secang)," ujarnya, Selasa (11/3/2014).

Tachsin menambahkan, pihaknya sangat berharap ada bantuan dari pemerintah terkait kerusakan ini. Pihak sekolah, katanya, sudah medatangkan ribuan genteng secara swadaya untuk memperbaiki atap yang rusak.

"Besok semua siswa sudah bisa masuk dan belajar seperti semula," paparnya.

Sedikitnya 53 bangunan rumah dan dua sekolah di Desa Krincing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, rusak tersapu angin puting beliung. Pemerintah desa setempat mendata lebih dari 15 rumah mengalami rusak sedang sementara sisanya rusak ringan.

Kepala Desa (Kades) Krincing, Subiyanto menjelaskan, sekitar 53 bangunan rumah milik penduduk yang terkena angin kencang itu, berada di dua dusun, yakni Dusun Kerten dan Senden.

Dari pendataan yang dilakukan, ada sekitar 20 rumah yang mengalami rusak sedang. Sementara, 23 rumah lainnya mengalami rusak ringan, dan dua sekolah juga mengalami kerusakan di bagian atap.

"Kerusakan terutama di bagian atap. Kami perkirakan ribuan genteng hancur tersapu angin kencang ini. Yang paling parah adalah milik Pak Asnawi," katanya.



March 12, 2014 at 08:47AM

Leave a Reply