Peluang Usaha Kemitraan Es Teler Batok

Peluang Usaha Kemitraan Es Teler Batok
net
ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Musim penghujan akan segera berakhir, dan berganti dengan musim kemarau. Pergantian musim ini dimanfaatkan Muhammad Toip untuk memulai usaha gerai es teler bernama Es Te Tok’s alias Es Teler Batok.

Bila tak ada aral, rencananya Toip bakal membuka gerai es teler miliknya pada pertengahan Maret nanti di Bandung. Meskipun baru akan di buka, Es Te Tok’s akan langsung membuka peluang kemitraan. Maklum saja, ini bukanlah pengalaman perdana Toip menjalankan usaha kemitraan. Saat ini ia juga telah mempunyai sekitar tiga usaha kuliner yang juga ia tawarkan untuk masyarakat.

Untuk menarik perhatian konsumen, Toip mengemas es teler miliknya dengan konsep alam. Dia menggunakan perlengkapan makan seperti mangkok dan sendok yang terbuat dari batok kelapa. “Saat ini konsumen sudah jenuh dengan konsep yang modern,” jelasnya.

Nantinya, gerai es teler ini akan menjual dua varian es teler yaitu es teler biasa dan spesial. Harga es teler ini cukup bersahabat di kantong hanya Rp 8.000 untuk es teler  biasa dan Rp 9.000 untuk es teler spesial. 

Toip menjelaskan, perbedaan dengan es teler spesial terletak dari tambahan melon dan rumput laut sebagai bahan campurannya.

Meskipun tawaran kemitraan es teler ini belum resmi dibuka, tetapi sudah cukup banyak calon mitra yang tertarik. Saat ini sudah ada dua calon mitra yang masuk daftar tunggu. Sebelum bisnis baru ini resmi dibuka, Toip masih membatasi untuk menerima mitra. Tujuannya, agar mitra mengetahui contoh gerai dan kinerjanya.

Untuk hitung-hitungan omzet, Toip menargetkan bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 500.000 per hari dengan laba bersih sekitar 50 persen. Sehingga dalam waktu enam bulan sudah dapat balik modal. Dengan catatan lokasi strategis dan mengikuti standar penjualan.

Es Te Tok’s menawarkan tiga jenis investasi: Pertama paket Rp 7 juta. Mitra akan mendapatkan perlengkapan makan, memasak, branding dan booth.

Kedua adalah paket 10 juta. Mitra akan mendapatkan fasilitas yang sama, hanya ada tambahan mendapatkan peralatan makan. Ketiga adalah paket 15 juta. Mitra akan mendapatkan perlengkapan memasak dan makan, branding, meja dan tempat duduk , serta freezer. Untuk paket terakhir ini, konsep booth menyerupai mini café. 

Es Te Tok’s tidak mengharuskan para mitranya untuk membeli bahan baku dari pusat lantaran bahan cukup mudah dicari di pasaran. Hanya saja, Toip mengenakan royalty fee sebesar 5 persen dari omzet per bulan. Bagaimana, apakah Anda tertarik mencoba? Silakan dicermati kelayakannya.(Tri Sulistiowati)



March 03, 2014 at 09:16AM

Leave a Reply