AU Suriah Bombardir 'Sarang' ISIS, 63 Orang Tewas

AU Suriah Bombardir 'Sarang' ISIS, 63 Orang Tewas
Kompas.com
Tim penyelamat berusaha memindahkan jasad seseorang yang tewas akibat serangan angkatan udara Suriah ke kota Raqqa. 

TRIBUNNEWS.COM, DAMASKUS - Serangkaian serangan udara pemerintah Suriah ke kota Raqqa yang diklaim Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sebagai ibu kota kekalifahan, menewaskan 63 orang lebih dari separuhnya adalah warga sipil.

Serangan yang terjadi pada Selasa (25/11/2014) itu merupakan yang paling mematikan yang pernah dilakukan AU Suriah terhadap Raqqa sejak dikuasai ISIS tahun lalu.

"Di antara 63 korban tewas, sebanyak 36 orang adalah warga sipil," kata Direktur Lembaga Pemantau HAM Suriah, Rami Abdel Rahman.

"Terdapat juga 20 korban tewas yang belum dapat diidentifikasi yang bisa saja adalah warga sipil atau anggota ISIS," tambah Rami.

Rami menambahkan korban tewas terbanyak akibat dua serangan udara beruntun itu adalah di kawasan industri kota Raqqa.

"Saat serangan udara pertama berakhir, warga berusaha menolong korban luka. Saat itulah serangan udara kedua datang," tambah Rami.

Rekaman video amatir yang didistribusikan para aktivis di Raqqa memperlihatkan sejumlah jasad tergeletak di jalanan di dekat lokasi pengeboman sementara ambulans datang dengan tergesa-gesa ke lokasi itu.

ISIS muncul di tengah perang saudara Suriah pada 2013. Kemudian ISIS berhasil merebut kota Raqqa, yang menjadi satu-satunya ibu kota provinsi yang lepas dari genggaman pemerintah Suriah.

Selama beberapa bulan terakhir, pasukan rezim Bashar al-Assad sangat jarang menyerang Raqqa, karena pasukan Suriah lebih berkonsentrasi di wilayah yang dikuasai pemberontak.

Namun, belum lama ini pemerintah Suriah mulai meningkatkan serangan terhadap posisi-posisi ISIS di wilayah timur dan utara negeri itu, termasuk ke kota Raqqa.



November 26, 2014 at 05:02PM

Leave a Reply