Anggota DPR Aceh: Jangan Giring Aceh Kembali ke Konflik

Anggota DPR Aceh: Jangan Giring Aceh Kembali ke Konflik
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Personel TNI dari Batalyon 133/JS mengecek senjata usai melakukan patroli di kawasan Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Sabtu (28/3). Sampai saat ini TNI-Polri masih siaga di Nisam Antara. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin

TRIBUNNEWS.COM, BANDA ACEH - Pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu yang menyebutkan akan memberlakukan kembali daerah operasi militer (DOM) di Aceh jika masih terjadi penembakan terhadap TNI, terus mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat di Aceh.

Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, menilai statemen ini dapat memperkeruh suasana damai di Aceh.

"Kita minta para pihak, baik di Aceh maupun Jakarta untuk menahan diri agar tidak mengeluarkan statemen yang dapat memperkeruh perdamaian," kata Iskandar melalui email kepada Serambinews.com, Sabtu (4/3/2015).

Menurutnya, penembakan TNI di Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, murni kasus kriminal. Kasus ini bisa ditangani oleh polisi selaku aparatur keamanan di Aceh.

"Tak perlu mengeluarkan statemen yang membuat suasana tidak nyaman. Kita berharap semua pihak mempertahankan perdamaian yang terjadi di Aceh," ujar anggota Komisi 1 DPRA yang membidangi politik, hukum, dan pemerintahan.

Kata Iskandar, perdamaian di Aceh saat ini sedang memasuki fase krusial. Seharusnya, insiden bersenjata merupakan hal yang harus dicegah dan ditentang bersama-sama. Masyarakat Aceh, sambung mantan aktivis mahasiswa ini, sudah lelah dengan konflik bersenjata.

Halaman12


April 04, 2015 at 11:37PM

Leave a Reply