Guru Ngaji Mencabuli Melati Sejak Kelas 3 SD
TRIBUNNEWS.COM, SIDOARJO - Keluarga Solikin (36) bagai disambar petir di siang bolong setelah tahu anak semata wayangnya diduga dicabuli guru ngajinya, Ibrahim (53). Ia pun lantas melaporkan kejadian ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sidoarjo.
Laporan dugaan pencabulan dilakukan tokoh agama itu tercatat dalam LPB/23/I/2015/Jatim/Res SDA tertanggal 12 Januari 2015.
Namun pihak keluarga justru menanyakan perkembangan penyidikan karena Ibrahim sampai saat ini belum dipanggil dan ditahan.
“Laporan yang kami lakukan terkesan jalan di tempat. Sampai sekarang Ibrahim belum dipanggil baik sebagai saksi maupun tersangka,” tutur warga Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Minggu (1/3/2015).
Dugaan pencabulan terhadap anaknya, sebut saja Melati (13), berlangsung sejak kelas 3 SD dan kini Melati duduk di kelas 7 SMP swasta di kawasan Tanggulangin. Namun kasus itu baru terbongkar pada awal Januari 2015.
“Sebenarnya saya sudah mengamati perkembangan anak saya sejak duduk di kelas 3 SD. Ketika itu, istri saya menemukan sedikit bercak darah di celana dalamnya waktu dicuci dan waktu saya tanya, anak saya tidak mau menjawab,” kata Solikin yang mengaku sebagai tukang batu.
Melati saat itu sekolah di SDN Kenongo I dan siangnya sekolah di MI Salafiyah hingga sore sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah maghrib mengaji di Masjid Baiturrohman dan usai Isya’ mengaji di rumah Ibrahim.
March 01, 2015 at 09:57PM