Mantan Sniper Terbaik Sejagat Itu Kini Hidup dari Warung Makan
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG — Mata Tati Hayati terfokus pada angka jarum jam yang menunjukkan pukul 05.00 WIB. Melihat angka tersebut, Tati mempercepat gerakannya.
Dibantu sang suami, Tatang Koswara (68), ia menyiapkan segala perlengkapan untuk pergi ke Kodiklat TNI AD di Jalan Aceh, Bandung, tempat warung makannya berada.
Langkah Tati saat itu tampak tergesa karena seharusnya ia meninggalkan rumahnya di Cibaduyut pukul 05.00 WIB sehingga bisa sampai di warung pukul 05.30 WIB dan memulai jualan pukul 06.30 WIB saat anggota TNI AD sarapan.
Ada beberapa menu yang ditawarkan dari warung miliknya, yakni soto, gulai, dan ayam goreng. Satu paket makanan dijual seharga Rp12.000-Rp15.000.
"Hasil jualan tidak terlalu besar, apalagi sekarang saingannya makin banyak, tetapi lumayan untuk tambah-tambah," ucap Tati di kediamannya, di lingkungan Komplek TNI AU, Cibaduyut, Bandung, Senin (2/3/2015).
Tati menjalankan usaha warung tersebut sejak suaminya pensiun tahun 1996. Pangkat terakhir sang suami adalah pembantu letnan satu (peltu) sehingga uang pensiun yang diperoleh tidak begitu besar.
Untuk mendapat uang tambahan, Tatang dan Tati bahu-membahu menjalankan warung makan tersebut dan sesekali melatih yuniornya di TNI AD.
March 03, 2015 at 10:06PM