Menperin Saleh Husin: Rp 100 Miliar untuk Peremajaan Mesin Tekstil
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Industri tekstil, alas kaki dan penyamakan kulit di tanah air tergolong industri strategis. Kontribusi penyerapan tenaga kerjanya mencapai 15,1 persen dari seluruh tenaga kerja industri manufaktur nasional.
Jumlah tenaga kerja industri tekstil dan produk tekstil berkisar 1,5 juta orang. Sementara alas kaki dan barang jadi dari kulit melibatkan 700 ribu orang. Total keduanya menyumbang lapangan kerja bagi 2,2 juta orang.
Menteri Perindustrian Saleh Husin mendorong peningkatan produksi industri tersebut. Caranya, menggulirkan program revitalisasi dan penumbuhan industri melalui restrukturisasi mesin dan peralatan.
“Khusus di tahun anggaran 2015, kita menganggarkan dana Rp 100 miliar. Tujuannya bukan hanya menaikkan kuantitas tapi termasuk kualitas, efisiensi, dan produktivitas,” kata Menperin Saleh Husin saat meluncurkan Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri melalui Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Tekstil dan Produk Tekstil serta Industri Alas Kaki di Jakarta, Rabu (4/3/2015).
Strategi ini, lanjut Menteri, juga demi mengantisipasi perdagangan bebas melalui Masyarakat Ekonomi Asean 2015 yang mulai akhir tahun nanti.
“Revitalisasi ini sekaligus memperkuat daya saing industri prioritas seperti tekstil ini. Kita juga perkuat SDM dengan pendidikan dan pelatihan,” ungkapnya.
Menperin juga menegaskan agar pelaksanaan program ini berasas pemerataan. “Artinya ya penerimanya jangan itu-itu saja, kita dorong agar merata. Ini sesuai masukan dari BPK serta BPKP dan kita prioritaskan industri yang belum pernah mendapat dana program,” tegas Saleh Husin.
March 04, 2015 at 07:22PM